Informasi seputar Terapis Gigi dan Mulut (Perawat Gigi) : lowongan kerja, seminar dll

Selasa, 16 Agustus 2022

Hal-hal yang Perlu diperhatikan dalam Memilih Sikat dan Pasta Gigi untuk Anak

 


Bermula dari saat gigi pertama Si Kecil mulai tumbuh, Bunda mungkin sudah mulai mencari sikat gigi dan pasta gigi yang sesuai. Namun, Perlu diperhatikan bahwa seperti apa sih sikat dan pasta gigi yang tepat untuk sang anak? 

Perawatan gigi untuk Si Kecil memang sudah seharusnya dimulai sejak dini, yaitu sejak gigi pertamanya muncul. Hal ini bisa di mulai dengan menggunakan kain lembut untuk membersihkan giginya hingga sikat gigi berbulu halus yang ditujukan untuk anak-anak.

Tips Memilih Sikat dan Pasta Gigi untuk Anak

Dengan melakukan perawatan gigi sejak dini, hal ini akan menurunkan risiko terjadinya gigi busuk dan berlubang yang bisa mengganggu tumbuh kembang Si Kecil.

1. Pilih sikat gigi khusus anak

Sikat gigi yang didesain khusus untuk anak umumnya memiliki kepala sikat berbentuk oval, berukuran kecil, dengan gagang berbahan antislip yang nyaman digenggam oleh anak. Biasanya, sikat gigi untuk anak tersedia dalam banyak warna dan karakter kartun yang disukai oleh Si Kecil.

Selain sikat gigi manual, saat ini juga sudah ada sikat gigi elektrik yang ditujukan khusus untuk anak. Bahkan, beberapa merek sikat gigi elektrik pun sudah dilengkapi dengan fitur musik yang bisa membuat aktivitas menyikat gigi Si Kecil menjadi lebih menyenangkan.

2. Pilih sikat gigi dengan bulu sikat yang lembut

Bulu sikat gigi juga harus menjadi perhatian Ayah dan Bunda saat akan memilih sikat gigi untuk Si Kecil. Pasalnya, jika tidak hati-hati dan bulu sikatnya terlalu kasar, ini justru bisa memicu iritasi, luka, bahkan kerusakan pada gigi, lho. Oleh karena itu, pilihlah sikat gigi dengan bulu sikat yang lembut ya, Bun.

Selain itu, jangan lupa juga untuk rutin mengganti sikat gigi Si Kecil setelah 3–4 bulan pemakaian atau bulu dan kepala sikatnya sudah terlihat usang.

3. Pilih pasta gigi yang mengandung flouride

Poin ini juga tak kalah penting nih untuk Bunda perhatikan. Pada saat gigi pertamanya tumbuh hingga usianya 18 bulan, anak dianjurkan untuk menyikat gigi hanya dengan menggunakan sikat gigi dan air saja.

Pasta gigi baru boleh digunakan saat usia anak sudah 18 bulan. Nah, saat Si Kecil sudah berada di usia ini, pilihlah pasta gigi yang mengandung flouride. Untuk anak usia 18 bulan sampai 6 tahun, disarankan menggunakan pasta gigi hanya sebesar biji beras ya, Bun.

4. Hindari pasta gigi dengan bahan aktif yang keras

Bunda dan Ayah harus jeli membaca bahan-bahan yang terkandung dalam pasta gigi yang akan diberikan ke Si Kecil. Karena, beberapa bahan aktif pada sikat gigi diketahui dapat menimbulkan kerusakan gigi dan masalah pada mulut anak.

Oleh karena itu, hindari memberikan anak pasta gigi yang mengandung sodium lauryl sulfate (SLS), minyak esensial, atau bahan yang bisa memicu iritasi. Selain itu, pilih juga pasta gigi yang tidak disertai dengan gula tambahan.

Setelah mengetahui tips memilih sikat dan pasta gigi untuk anak, agar kesehatan gigi dan mulut Si Kecil tetap terjaga, jangan lupa untuk menerapkan kebiasaan sikat gigi 2 kali sehari, membatasi konsumsi makanan manis, dan selalu awasi Si Kecil saat menyikat gigi.

Selain itu, lakukan juga pemeriksaan rutin ke Pelayanan kesehatan gigi minimal 6 bulan sekali. Hal ini bertujuan agar kondisi gigi dan mulut Si Kecil bisa selalu terpantau, sehingga jika ada masalah pada gigi atau mulutnya, Tenaga kesehatan gigi  bisa mendeteksi dan memberikan penanganan sejak dini.

Jika Bunda masih bingung seputar pemilihan sikat dan pasta gigi atau Si Kecil mengalami masalah pada gigi dan mulutnya, jangan ragu untuk berkonsultasi ke petugas kesehatan gigi dan mulut.


source: Alodokter

Share:

Minggu, 14 Agustus 2022

Penyebab Gigi anak tumbuh terlambat

Beberapa orang tua tidak tahu jika mengamati perkembangan gigi susu anak sangat penting untuk tumbuh kembang  anak. Dimulai dari kemunculan gigi susu, lalu kemudian tanggal, dan akhirnya tumbuh gigi permanen. Semua proses tersebut jika gigi dirawat dengan baik, maka akan berpengaruh positif terhadap tumbuh kembang anak.



Gigi Susu sangat penting sama halnya dengan gigi dewasa, hal ini dikarenakan :

Beberapa orang tidak tahu jika mengamati perkembangan gigi susu anak sangat penting untuk tumbuh kembang  anak. Dimulai dari kemunculan gigi susu, lalu kemudian tanggal, dan akhirnya tumbuh gigi permanen. Semua proses tersebut jika gigi dirawat dengan baik, maka akan berpengaruh positif terhadap tumbuh kembang anak.
Gigi Susu sangat penting sama halnya dengan gigi dewasa, hal ini dikarenakan :

1. Mengatur posisi gigi

Sebelum gigi dewasa tumbuh, gigi susu seperti “menjaga tempat” agar nantinya pertumbuhan gigi dewasa berada di tempat yang benar. Jika gigi susu tanggal sebelum waktunya, akan merusak tatanan gigi di sekitarnya akibat kurangnya ruang untuk dimasuki gigi permanen ataupun terhalang untuk tumbuh.

2. Menentukan kesehatan gigi permanen

Sering kali orang tua beranggapan bahwa jika gigi susu si Kecil rusak, masalah akan teratasi dengan dicabut. Padahal, tidak sesimpel itu, lho. Gigi bayi jauh lebih kecil dengan email (lapisan terluar) yang tipis. Inilah yang menyebabkan gigi berlubang dapat menyebar dengan sangat cepat. Nah, jika gigi berlubang dibiarkan dan tidak diobati, gigi susu dapat mengalami infeksi dan abses. Akibatnya, ini dapat menghambat perkembangan gigi, lalu menyebabkan kerusakan pada gigi permanen di bawahnya.

3. Menunjang kesehatan dan nutrisi si Kecil

Fungsi utama gigi untuk mengunyah makanan padat dengan baik, bisa terganggu jika gigi si Kecil sudah rusak sejak dini. Selain itu, berisiko terbentuknya infeksi dan berkembang menjadi abses gusi (terbentuknya kantong atau benjolan berisi nanah pada gusi).
Bukan hal sepele, abses gusi bisa menyebabkan komplikasi serius, yang dapat menyebar ke area tubuh lain, bahkan hingga ke organ otak. Jadi, perlu mendapatkan penanganan yang tepat.

4. Gangguan bicara

Organ mulut merupakan elemen utama agar si Kecil bisa berbicara dengan baik dan jelas. Kerja sama antara bibir, lidah, hingga gigi ikut membentuk suara. Dengan adanya gigi susu dan didukung dengan posisi yang tepat, maka terbentuk pengucapan yang benar selama berbicara. Struktur gigi juga menunjang otot-otot wajah untuk berkembang dan memberi bentuk pada wajah si Kecil.

5. Berkontribusi pada kualitas konsentrasi dan harga diri (self-esteem)

Nyeri di bagian apa pun, sudah pasti akan membuat tidak nyaman, termasuk sakit gigi. Jika gigi susu si Kecil sudah rusak dan berlubang di usia 3 tahun, tak heran ini bisa memengaruhi kualitas belajar anak. Ditambah lagi, gigi yang tidak dirawat dan kotor akan menyebabkan pembusukan gigi hingga menimbulkan efek samping, seperti bau mulut, gigi hitam, dan lain-lain. Tentunya hal ini akan berpengaruh terhadap kepercayaan diri si Kecil ketika ia memasuki lingkungan sosial selain lingkungan keluarga inti. Semua manfaat gigi susu yang sudah dipaparkan tentunya akan bisa didapatkan jika si Kecil dibiasakan merawat gigi dan mulutnya dengan baik. Dengan dimulai sejak dini, akan membantu menjaga kesehatan gigi permanennya seumur hidup.

Gigi Bisa Terlambat Tumbuh karena beberapa Faktor

1. Genetik

Jika salah satu dari orang tua memiliki riwayat keterlambatan pertumbuhan gigi, maka memang harus bersiap hal tersebut bisa terjadi juga pada si Kecil. Faktor ini juga patut Mums dan Dads telusuri jika anak 18 bulan belum terlihat gigi susu yang tumbuh.

2. Fibrosis

Kondisi gusi terlalu tebal, sehingga menyulitkan erupsi (tumbuhnya gigi).

3. Kekurangan Nutrisi

Sudah pasti, nutrisi yang tidak memadai dapat menghambat pertumbuhan tulang dan jaringan. Maka, pastikan si Kecil mendapatkan gizi yang cukup dan seimbang, terutama ketika sudah memasuki usia makan makanan padat.

4. Penyakit dan obat-obatan

Beberapa penyakit yang memengaruhi sistem kekebalan tubuh, seperti anemia, kanker, dan HIV. Sementara, obat-obatan tertentu seperti kemo dan fenitoin juga terkait dengan keterlambatan tumbuh gigi pada bayi

5. Cedera

Cedera yang tidak disengaja pada tulang rahang dapat merusak kuncup gigi di dalam gusi, sehingga menyebabkan gigi tertunda atau tidak tumbuh.

6. Impaksi Gigi

Kondisi ini terjadi ketika gigi tersangkut di gusi karena kurangnya ruang, adanya kista, atau berposisi miring, sehingga menyebabkan keterlambatan erupsi.

Referensi: Guesehat.com
Share:

Rabu, 10 Agustus 2022

Lowongan kerja perawat gigi daerah Cibinong

 Lowongan kerja RS Sentra Medika Cibinong🔵

-Dokter Gigi Spesialis Gigi Anak

-Dokter Spesialis Bedah Digestif

-Perawat gigi

-Perawat ❌CLOSE❌


Kualifikasi :

⚫️ Laki-laki / perempuan

⚫️Pendidikan Profesi dokter / profesi perawat / profesi perawat gigi

⚫️Memiliki STR aktif dan bersedia membuat SIP

⚫️ Dapat bekerjasama dalam tim


please submit your resumes at

recruitment.cibinong@smhg.co.id

Subject : Nama - Lulusan - Posisi yang dilamar

Share:

Senin, 08 Agustus 2022

Loker Perawat Gigi daerah Bandung

 WE ARE HIRING


PERAWAT GIGI

Pria / Wanita, Fresh graduate / Berpengalaman
Berijazah minimal D3 Keperawatan Gigi / Terapis Gigi dan Mulut
Memiliki Surat Tanda Registasi (STR) yang masih berlaku

Kirim berkas lamaran ke
Email: sdm.rsamc@yahoo.com
Jl. Raya Cileunyi No. 01 Bandung 40622

(RS AMC Tidak Memungut Biaya Apapun Dalam Proses Rekruitment, Harap Berhati-hati Terhadap PENIPUAN)


Share:

Lowongan pekerjaan Global Doctor Full Time

Lowongan pekerjaan Global Doctor Full Time. 

Global Doctor adalah menyedia layanan medis seperti medis keluarga, medical check up, laboratorium, farmasi dan evakuasi medis. 
Webiste : https://www.globaldoctor.co.id/ 
Posisi : Ners Dentist, Penempatan Head Office / Kalimantan Tengah Persyaratan : 

  1. Laki — laki / Perempuan
  2. Memiliki STR Perawat Gigi/ Terapis Gigi & Mulut 
  3. Freshgraduate silahkan melamar
  4. Fresh Graduate silakan apply / memliki pengalaman dibidang yang sama minimal 1 Tahun 
  5. Penempatan Head Office / On Site 
Kirimkan CV Terbaru & Sertifikat 
ke : recruitment@globaldoctor.co.id dengan subjek " 
Nama_Domisili_Ners Dentist

Share:

Sabtu, 06 Agustus 2022

Loker perawat gigi daerah jakarta barat (Orange Dental)

Jadilah bagian dari keluarga besar Orange Dental. Sebuah jaringan klinik gigi dengan 9 cabang di Jakarta.

PERAWAT GIGI

Kualifikasi:

- Jujur dan amanah.

- Senang melayani pasien secara personal dan ramah.

- Lulusan Diploma Keperawatan Gigi. Fresh graduates are welcome.

- Perempuan dengan usia maksimal 25 tahun.

- Bersedia ditempatkan di Daan Mogot-Jakarta Barat

Kirimkan CV terbarumu ke:

career@orangedentalhouse.com

Dengan subject: Perawat Gigi Cabang Daan Mogot

Salam Hangat,

Keluarga Besar Orange Dental.




Share:

Kamis, 04 Agustus 2022

Penambalan gigi dengan tekhnik ART (Atraumatic Restorative Treatment)

 

Bahan Glass Ionomere Cement

Tindakan penambalan gigi dengan teknik ART memiliki dua prinsip:

  1. Menghilangkan lesi karies menggunakan instrumen genggam (hand instrument)
  2. Mengembalikan bentuk kavita menggunakan bahan restorasi yang menempel pada gigi.

A. Indikasi dan Kontra Indikasi Penambalan ART

  • Indikasi:
    • Hanya pada gigi dengan kavita yang kecil (karies email maupun dentin);
    • kavitanya dapat diakses menggunakan instrumen genggam (hand instrument).
  • Kontra Indikasi
    • Pada gigi dengan karies mencapai pulpa;
    • karies gigi yang disertai pembengkakan (abses);
  • karies gigi dengan rasa sakit untuk waktu yang lama (riwayat inflamasi pulpa yang kronis).
Karies Email Dan Karies Dentin 


Lokasi Karies Gigi


B. Alat dan Bahan

Alat dan bahan yang akan digunakan dalam penambalan gigi ART adalah Sebagai berikut:

Alat

  1. Oral Diagnostik set
  2. Agate Spatel
  3. Papper Pad
  4. Flastis Filling Instrument
  5. Celluloid Strip

Bahan

  1. Bahan Glass Ionomere Cement (GIC) ART yang terdiri dari Liquid dan Powder
  2. Dentin Conditioner
  3. Varnish
  4. vaseline (coccoa butter)
  5. catton roll
  6. Alkohol
  7. EDTA untuk desinfeksi kavita

C. Cara Penambalan Gigi dengan Tekhnik ART

Preparasi

  • Preparasi lubang gigi jaringan karies dibersihkan dengan excavator sampai tak ada lagi dentin lunak, untuk memudahkan pembersihan lubang sekali-kali dibasahi, keringkan lubang.
  • Setelah preparasi selesai pasien dianjurkan oklusi untuk melihat kontak lubang.
  • Pemberian dentin conditioner yaitu 1 tetes liquid + tetes air dibasahi pada cotton pellet dan dioleskan pada kavita yang sudah disiapkan selama 10 – 15 detik. Maksud pemberian ini adalah agar keadaan lembab sesuai kondisi tambalan yang akan digunakan. Sesudah pengolesan dengan dentin conditioner maka kavita arus dibilas dengan cotton pellet yang dibasahi air sebanyak 3 kali, selanjutnya dikeringkan dengan cotton pellet kering dan kavita siap ditambal.

Pengadukan

  • Satu sendok bubuk diletakkan pada papper pad, lalu dibagi menjadi dua bagian yang sama, kemudian letakkan satu tetes liquid disebelah bubuk itu.
  • Botol cairan dipegang sebentar dalam keadaan horizontal untuk mengeluarkan udara dari bagian ujungnya dan kemudian dalam posisi vertikal dikeluarkan satu tetes cairan pada papper pad. Bila perlu botol ditekan sedikit, tapi cairan jangan tertekan keluar.
  • Mula-mula cairan disebarkan dengan spatula pada suatu permukaan sebesar 1,5 cm. Pengadukan dimulai dengan mencampur setengah dari bubuk dengan cairan yang menggunakan spatula. 
  • Bubuk dicampur dengan gerakan menggulung sehingga partikel-partikel bubuk secara perlahan-lahan terbasahi tanpa tersebar.
  • Jika seluruh bubuk telah basah, bagian kedua dicampur dalam adukan tersebut setelah itu diaduk kuat sambil menjaga agar adukannya tetap berupa satu kesatuan massa.
  • Pengadukan harus selesai 20 – 30 detik, hasil adukan yang baik harus licin seperti permen karet.
  • Penambalan dapat langsung dilakukan pada cavitas tanpa preparasi terlebih dahulu, digunakan Vaseline agar tambalan tidak mudah melengket dan untuk menghaluskan.

Penambalan

  • Masukkan bahan tambaln ke dalam lubang, pit dan fissure dengan plastis filling atau carver dengan tekanan ringan.
  • Tekan dengan jari yang sudah memakai sarung tangan selama 30 detik
  • Buang bahan yang berlebih 
  • Olesi dengan Varnish tunggu 6 menit
  • Periksa gigitan kurangi bila masih ada peninggian gigit
  • Vaseline diberikan setelah penambalan dan pengurangan sisa-sisa tumpatan yang berlebih.

D. Instruksi Setelah Penambalan Gigi

Setelah selesai penambalan, maka langkah selanjutnya adalah memberikan instruksi setelah penambalan sebagai berikut:

  • Dianjurkan pasien agar tidak makan selama kurang lebih satu jam agar tambalannya mengeras dengan sempurna
  • Setelah satu jam boleh makan, tetapi untuk hari ini mengunyah menggunakan sisi rahang yang tidak ditambal
  • Hari-hari selanjutnya disarankan untuk mengunyah menggunakan kedua sisi rahang agar peredaran darah lancar, gigi terbersihkan secara alami, karena pengunyahan, dan gigi geligi menjadi lebih sehat.
Share:

Rabu, 03 Agustus 2022

Tahap Pertumbuhan Gigi: Dari Bayi Sampai Usia Anak-Anak

Tahap Pertumbuhan Gigi: Dari Bayi Sampai Usia Anak-Anak



Tahukah Anda bahwa pertumbuhan gigi pada anak sebenarnya sudah mulai sejak bayi masih di dalam kandungan? Hanya saja, giginya belum muncul sehingga belum terlihat. Oleh karena itu, kebutuhan kalsium ibu hamil meningkat guna menunjang pertumbuhan gigi dan tulang bayi dalam kandungan.

Ya, gigi mengandung banyak sekali unsur kalsium, hampir seluruhnya. Kemudian, saat bayi sudah memasuki usia beberapa bulan setelah lahir, gigi bayi akan muncul. Untuk mengetahui pertumbuhan gigi dari bayi sampai anak, simak ulasan berikut ini.


Jenis-jenis gigi

Sebelum mengetahui tahap-tahap pertumbuhan gigi bayi dan anak, ada baiknya Anda mengenali jenis-jenis gigi.

  • Gigi seri: gigi depan pada rahang atas dan bawah. Biasanya gigi seri atas dan bawah muncul dalam waktu yang sama. Gigi ini berfungsi untuk menggigit makanan.
  • Gigi taring: ujungnya lancip dan berada mengapit gigi seri di rahang atas dan bawah. Fungsi gigi taring berfungsi untuk memotong makanan.
  • Gigi geraham depan: berfungsi untuk menghancurkan makanan.
  • Gigi geraham belakang: berfungsi untuk menghancurkan makanan dan memiliki ukuran yang lebih besar daripada gigi geraham depan.

Pertumbuhan gigi bayi dan anak-anak

Gigi bayi muncul pada usia yang bervariasi antar bayi. Ada bayi yang giginya sudah muncul pada usia dini dan ada juga bayi yang mengalami pertumbuhan gigi lebih telat. Walaupun berbeda-beda, pertumbuhan gigi bayi pada umumnya berlangsung di usia yang hampir sama. Berikut ini tahap-tahap pertumbuhan gigi saat bayi sampai usia anak-anak.

Usia 5 bulan

Sebagian besar bayi mulai tumbuh gigi pada usia ini. Namun, beberapa bayi mungkin mulai tumbuh gigi pada usia lebih dini, yaitu 4 bulan. Beberapa dari mereka juga memiliki pertumbuhan gigi yang lebih lambat, pada usia 6 atau 7 bulan. Pada saat ini, gigi bayi baru mulai muncul, gusi bayi Anda mungkin akan membengkak dan kemerahan.

Usia 6 bulan

Pada usia 6 bulan atau sekitar 5-7 bulan, gigi pertama bayi sudah mulai muncul. Biasanya gigi pertama yang muncul ada dua gigi seri depan pada rahang bawah. Kedua gigi ini dapat muncul bersama-sama.
Pada saat gigi bayi sudah muncul, Anda sudah bisa membersihkan gigi bayi dengan cara menyekanya dengan kain bersih setelah bayi menyusu.
Selain mengajarkan anak untuk menyikat giginya secara rutin dua kali sehari, penting untuk para orangtua memilih pasta gigi yang aman untuk si kecil.
Pilihlah pasta gigi dengan formulasi Low Hazard, Food Grade Formula, dan tanpa detergen, sehingga tidak masalah jika tidak sengaja tertelan apalagi untuk si kecil yang belum bisa berkumur dengan baik.
Pasta gigi dengan formula tanpa detergen sangat aman karena tidak berbusa, dapat mencegah iritasi pada mulut, dan mencegah berkurangnya sensitivitas rasa.
Salah satu kandungan pasta gigi yang harus dimiliki si kecil adalah xylitol. Kandungan ini berfungsi menghambat pertumbuhan bakteri penyebab kerusakan gigi. 
Selain itu, xylitol juga bisa mencegah peradangan pada gusi yang disebabkan penumpukan bakteri gingivitis. Pastikan juga untuk memilih pasta gigi yang diformulasikan tanpa pewarna dan tanpa pemanis buatan sehingga lebih baik digunakan untuk merawat kesehatan gigi si kecil.

Usia 7 bulan

Selanjutnya pada usia 7 bulan, dua gigi seri depan pada rahang atas muncul. Sebagian besar bayi mungkin mengalami pertumbuhan gigi ini sekitar usia 6-8 bulan. Pada usia ini juga bayi sudah bisa diberi makan makanan padat.

Usia 9-16 bulan

Gigi selanjutnya yang akan muncul adalah gigi di sebelah gigi seri depan bagian atas, kemudian gigi di samping gigi seri bawah menyusul. Biasanya gigi muncul berpasang-pasangan atas dan bawah, dua di sebelah kanan dan dua di sebelah kiri.

Pertumbuhan gigi anak

Usia 14 bulan 

Pada usia ini, gigi geraham pertama mulai muncul pada bagian rahang bawah dan rahang atas pada waktu yang sama. Namun, beberapa bayi sudah mempunyai gigi geraham pada usia 12 bulan (1 tahun) dan ada juga yang baru muncul pada usia 15 bulan.

Usia 18 bulan

Gigi taring mulai muncul pada usia ini, baik gigi taring atas maupun gigi taring bawah. Munculnya gigi taring mungkin bervariasi antar anak, dari mulai usia 16 bulan sampai 22 bulan.  

Usia 24 bulan

Di usianya yang ke-24 bulan, gigi geraham kedua pada bagian belakang di rahang bawah sudah mulai muncul. Kemudian menyusul gigi geraham kedua pada rahang atas mulai muncul pada usia 26 bulan. Pertumbuhan gigi ini bervariasi, ada yang lebih lambat atau lebih cepat, antara usia 20-33 bulan.

Umur 2-3 tahun

Pada usia dua sampai tiga tahun, anak sudah mempunyai gigi lengkap berjumlah 20 gigi, masing-masing 10 gigi di rahang atas dan rahang bawah. Gigi ini dikenal sebagai gigi susu atau gigi bayi. Susunan gigi susu lengkap ini akan bertahan sampai usia anak sekitar 6 atau 7 tahun.

Umur 4 tahun 

Pada usia 4 tahun, rahang dan tulang wajah anak akan mulai tumbuh, sehingga memberi ruang antara gigi susu. Ruang ini memberi kesempatan gigi dewasa atau gigi tetap yang lebih besar untuk tumbuh.Gigi anak biasanya mulai tanggal pada usia 6 atau 7 tahun, lalu digantikan oleh gigi tetap. Pada usia 6-12 tahun, biasanya anak memiliki gigi susu dan juga gigi tetap dalam mulutnya. Saat anak mulai mempunyai gigi tetap, ajarkan anak untuk menyikat gigi secara rutin dua kali sehari. Hal ini bertujuan agar anak selalu menjaga kebersihan giginya, sehingga terhindar dari kerusakan gigi. Ingat, gigi tetap tidak akan tergantikan lagi seumur hidup.

Alasan gigi anak belum tumbuh

Anda tidak perlu khawatir jika pertumbuhan gigi anak berjalan tidak sama dengan anak lainnya, hal ini normal. Hal yang perlu Anda ingat adalah bahwa sekitar 4 gigi anak akan muncul setiap 6 bulan usia anak. Biasanya juga, pertumbuhan gigi lebih cepat terjadi pada anak perempuan daripada laki-laki. Anda mungkin perlu khawatir jika gigi anak tidak menunjukkan tanda-tanda akan muncul pada usia anak 1 tahun. Saat anak Anda mengalami hal ini, sebaiknya segera periksakan ke dokter gigi. Walaupun, beberapa anak mungkin mengalami keterlambatan pertumbuhan gigi dan masih bisa mengejar keterlambatannya tanpa masalah.

Sumber : Hellosehat.com
Share:

Loker Perawat gigi daerah Jakarta

Loker Perawat Gigi / Terapis Gigi dan Mulut

RS Islam Jakarta Pondok Kopi membuka lowongan bagi perawat gigi, untuk bekerjasama dalam menjaga kesehatan ummat dan warga DKI Jakarta. Mari bergabung bersama kami.

_

Segera kirim lamaran ke lamaransdirsijpk@gmail.com atau hubungi

+62 812-8090-610 (BUDI S)

+62 896-2180-9401 (ALIN)


Follow Instagram kami disini


Share:

Selasa, 02 Agustus 2022

Loker Perawat Gigi Daerah Yogyakarta, Fresh Graduate Dipersilakan

Halooo Yogyakarta!!

Kami membuka kesempatan untuk bergabung bersama kami!

Segera kirimkan lamaran dan CV terbaik kalian ke D&R Dental Care ya! Paling Lambat 9 Agustus 2022

Jl. Ngeksigondo No 11, Kotagede Yogyakarta (Depan Superindo Kotagede)

atau kirim email ke:  dnr.dentalcare@gmail.com

📞 0812 2012 6161



Share:

Loker Perawat Gigi khusus Wanita

[LOWONGAN KERJA]


PERAWAT GIGI

KUALIFIKASI:
- Wanita
- Usia maksimal 27 tahun
- Pendidikan minimal D3 Keperawatan Gigi
- Pengalaman minimal 1 tahun sebagai asisten/perawat dokter gigi
- Memiliki STR aktif
- Memiliki kemampuan komunikasi yang baik
- Ramah, jujur dan berorientasi pada pelayanan

Kirim CV & Dokumen pendukung ke
email: klinikdenanti@gmail.com
Subject: Perawat Gigi - (Nama)

Batas pengiriman 8 Agustus 2022

Loker perawat gigi
Loker perawat gigi 


Share:

Senin, 01 Agustus 2022

Lowongan kerja perawat gigi

RS Wiyung Sejahtera membuka lowongan pekerjaan sebagai perawat gigi. Apakah Anda pelamar yang sedang kami cari?


Jika sudah memenuhi kualifikasi, maka Anda tinggal menyiapkan dan mengirim berkas-berkas sesuai yang ada di poster, ya! Batas lowongan kerja ini sampai posisi yang dibuka terpenuhi.

Salam sehat!

Informasi dan Pendaftaran
WhatsApp : 0813 3149 7997 (chat only)
Hotline : 031 7532653
☎️ Emergency Call/BSE/IGD
Kontak : 0811 307 loker

Follow Instagram kami disini

Loker perawat gigi


Share:

Cara mengatasi sakit gigi

Sakit gigi
Sakit Gigi
Foto: Kompas.com

Sakit gigi merupakan kondisi ketika muncul rasa nyeri di dalam atau di sekitar gigi dan rahang. Tingkat keparahan nyeri tersebut bisa bervariasi, mulai dari ringan hingga berat. Sakit gigi juga dapat hilang timbul atau berlangsung secara terus-menerus.

Biasanya sakit gigi adalah gejala dari penyakit pada gigi atau gusi. Namun pada kasus tertentu, sakit gigi dapat menjadi tanda adanya penyakit pada bagian tubuh lain yang menimbulkan nyeri yang menjalar ke sekitar gigi, contohnya adalah gangguan pada sendi rahang, sakit telinga, sinus, atau penyakit jantung.

Walaupun umumnya sakit gigi tidak mengancam nyawa, namun sebaiknya segera diperiksakan ke petugas kesehatan gigi dan diobati, karena bisa saja disebabkan oleh hal yang berbahaya, seperti pembusukan gigi atau serangan jantung.

Gejala-gejala umum ketika sakit gigi

Tingkat keparahan sakit gigi sangat beragam, mulai dari nyeri ringan yang hanya menimbulkan rasa tidak nyaman, hingga nyeri parah yang tidak tertahankan. Nyeri akibat sakit gigi pun dapat terasa tajam, berdenyut, atau seperti ditusuk-tusuk.. Beberapa gejala lain sakit gigi yang perlu Anda waspadai, seperti:

  • Adanya pembengkakan di area gusi sampai luar
  • Demam disertai sakit kepala
  • Rasa sakit yang tajam dan konstan
  • Sakit ketika mengunyah makanan
  • Adanya perdarahan di sekitar gigi serta gusi
  • Gigi menjadi lebih sensitif dengan rasa dingin atau panas
  • Bau mulut ketika terjadi infeksi (halitosis)

Penyebab Sakit Gigi

Sakit gigi biasanya muncul sebagai gejala penyakit, baik pada rongga mulut maupun bagian tubuh yang lain. Sakit gigi akibat masalah di dalam rongga mulut dapat disebabkan oleh:

  • Gigi berlubang atau tambalan gigi yang rusak
  • Tumbuh gigi (biasanya dialami oleh bayi dan anak-anak)
  • Gigi patah
  • Gigi tanggal
  • Pembusukan gigi
  • Peradangan atau infeksi pada gigi atau gusi
  • Muncul nanah di gigi
  • Gusi bengkak
  • Gigi bungsu yang tumbuh tidak normal
  • Permasalahan pada kawat gigi
  • Kebiasaan menggeretakan gigi (bruxism).

Sedangkan sakit gigi yang merupakan penjalaran nyeri dari bagian tubuh lain yang mengalami gangguan, dapat terjadi pada:

  • Sakit Kepala
  • Sinusitis
  • Kanker paru-paru
  • Penyakit jantung
  • Gangguan saraf wajah (trigeminal neuralgia).

Seseorang akan lebih berisiko untuk mengalami sakit gigi apabila:

  • Merokok
  • Menderita diabetes
  • Menderita AIDS
  • Mengonsumsi obat tertentu, seperti phenytoin atau obat imunosupresif.

Cara Meredakan Sakit Gigi

  • Membersihkan sela-sela gigi dengan benang gigi (dental floss), untuk menyingkirkan plak dan sisa makanan yang tersangkut
  • Berkumur dengan campuran air hangat dan garam, untuk membantu membersihkan kotoran di mulut serta untuk mengurangi radang gusi
  • Berkumur dengan obat kumur antiseptik, untuk mengurangi bakteri di mulut sekaligus mengobati radang gusi
  • Mengompres pipi dengan kompres dingin, apabila sakit gigi disebabkan oleh cedera
  • Mengonsumsi paracetamol atau ibuprofen, untuk meredakan nyeri

Pengobatan Sakit Gigi

Jika penanganan mandiri tidak bisa meredakan sakit gigi, dokter atau petugas kesehatan gigi dapat melakukan beberapa tindakan tergantung kepada penyebabnya. Sebagai contoh:

  • Melakukan tambal gigi jika sakit gigi disebabkan oleh gigi berlubang. Bila gigi yang berlubang sudah mengalami pembusukan, dokter gigi akan membersihkan dan mensterilkannya terlebih dahulu sebelum ditambal.
  • Melakukan penambalan ulang jika sakit gigi disebabkan oleh kerusakan pada tambalan sebelumnya.
  • Melakukan perawatan saluran akar gigi (root canal) jika akar gigi terinfeksi.
  • Melakukan cabut gigi jika cara-cara pengobatan di atas tidak berhasil menyembuhkan sakit gigi. Cabut gigi juga akan dilakukan bila sakit gigi diakibatkan oleh masalah pada pertumbuhan gigi bungsu.
  • Untuk mengatasi sakit gigi yang disebabkan oleh infeksi bakteri, dokter akan memberikan antibiotik.

Tindakan yang Dapat Dilakukan untuk Mencegah Sakit Gigi

Mencegah selalu lebih baik daripada mengobati. Oleh karena itu, meski gigi Anda saat ini masih sehat, mulailah melakukan langkah-langkah berikut ini untuk mencegah sakit gigi:

  • Menyikat gigi dengan cara yang benar, dua kali sehari,  dengan menggunakan pasta gigi yang mengandung fluoride.
  • Membersihkan sela-sela gigi dengan benang gigi (dental floss).
  • Membatasi konsumsi makanan atau minuman yang manis, misalnya cokelat, kue, dan permen.
  • Rutin memeriksakan gigi ke dokter gigi, setidaknya setiap 6 bulan.
  • Berhenti merokok.
Source: 
  1. news.unair.ac.id/2022/03/08/mengenal-penyakit-gigi
  2. Alodokter.com

Share:

Minggu, 31 Juli 2022

Lowongan Kerja perawat gigi, asisten apoteker, perawat

Lowongan Kerja

Lowongan kerja untuk
1. Supervisor Pelayanan Penunjang Medik
2. Perawat Gigi
3. Perawat Radiologi
4. Asisten Apoteker 
Silahkan dibaca persyaratannya pada gambar.
Batas Pengiriman Lamaran sampai 04 Agustus 2022

FOLLOW INSTAGRAM KAMI DISINI





Share:

Sejarah Perawat Gigi Internasional (Terapis Gigi dan Mulut)

 

SEJARAH PERAWAT GIGI INTERNASIONAL

Sejarah Perawat Gigi Internasional (Terapis Gigi dan Mulut)

Sejarah keperawatan gigi telah dimulai sejak awal abad 19an di Amerika. Salah satu peristiwa yang tercatat adalah pada tahun 1885, ketika seorang dokter gigi Dr. C. Edmund Kells dari New Orleans memutuskan untuk melaksanakan beberapa pengobatan perintis menggunakan x-ray untuk mengobati abses gigi. Dr. C. Edmund Kells tidak bisa melakukannya sendirian. Ia membutuhkan bantuan ekstra, semacam asisten.Dr. C. Edmund Kells meminta bantuan Malvina Cuera. Disinilah berawalnya munculnya peran seorang perawat gigi. Dikemudian hari antara tahun 1953 dan 1957 Malvina bekerja di American Association of Dental Assistants, sebelum meninggal pada tahun 1991. Disini berawalnya seorang dokter gigi membutuhkan bantuan seseorang dalam pekerjaannya sebagai dokter gigi. 

Sejarah perawat gigi telah muncul pada awal tahun 1900-an dengan berdirinya sebuah organisasi asisten dokter gigi dengan cabang di seluruh Amerika. Organisasi ini dibentuk oleh kelompok Ladies. Salah satu dari wanita-wanita ini adalah Juliette Southard, yang membentuk sebuah masyarakat di New York. Bersama dengan pemimpin Chicago dan Cook County Dental Association Assistant, Jessie Elsworth, mereka mengajukan permohonan untuk menghadiri konferensi American Dental Association (ADA) tahun 1926.Tahun berikutnya, American Dental Assistant Association (ADAA) lahir, menyatukan semua kelompok lokal, dengan Juliette Southard sebagai ketua.

Pada tahun 1943, asosiasi mengadakan pelatihan perawat gigi untuk pertama kalinya, yang bertujuan melatih para perawat gigi agar lebih terampil dan berkualitas dalam melakukan pekerjaannya. Pada pelatihan tersebut perawat gigi bernama Winter Bunty menjadi perawat gigi yang terbaik .

Delapan belas tahun kemudian, setelah terjadi beberapa perubahan dan berkembangan, asosiasi memiliki hampir 1.000 anggota, dengan kepengurusan Sue Adam sebagai sekretaris, dan dua staf paruh waktu. Mereka mulai bekerja untuk asosiasi pada tahun 1992, dimulai dengan membuat kartu keanggotaan yang diketik secara individual pada mesin tik manual. Selanjutnya asosiasi perawat gigi di Amerika semakin berkembang hingga saat ini.

Organisasi perawat gigi di Inggris dimulai hanya dengan 4 orang staf sebagai pengurus. Asosiasi Perawat Gigi mulai perkembangan dengan pesat di tahun 2004. Perkembangan tersebut berkat teknologi seperti sistem telepon internal, jaringan komputer, database keanggotaan yang membantu asosiasi menghimpun para perawat gigi di Inggris dalam wadah asosiasi perawat gigi. 


Source: Konsep dasar pelayanan Asuhan Kesehatan Gigi dan Mulut I Edisi 2017, Erni Gultom,  RR. Ratnasari Dyah P

Share:

Sabtu, 30 Juli 2022

Lowongan kerja Terapis Gigi dan Mulut

 Lowongan kerja

Bagi sobat TGM Indonesia yang berdomisili di sekitaran Kota Semarang maupun dari daerah lainnya kalian bisa daftar

kirim CV dan Surat lamaran ke email: rekrutmen.rsgmunimus@gmail.com

Batas Pendaftaran 27 Agustus 2022

FOLLOW INSTAGRAM KAMI DISINI

Loker perawat gigi, loker tgm


Share:

Jumat, 29 Juli 2022

Loker Perawat Gigi / Terapis Gigi dan Mulut

Lowongan Kerja Perawat Gigi

RSU Nurussyifa mengundang anda pribadi unggul yang bertanggung jawab dan penuh dedikasi untuk bergabung bersama kami, RSU Nurussyifa.
Batas Pendaftaran 31 Agustus 2022

FOLLOW INSTAGRAM KAMI DISINI

Loker perawat gigi
Share:

Sejarah Perawat Gigi (Terapis Gigi dan Mulut) di Indonesia

 SEJARAH PERAWAT GIGI DI INDONESIA

Sejarah Perawat Gigi (Terapis Gigi dan Mulut) di Indonesia
Perawat Menangani Pasien di Medan Perang  

Di masa perang kemerdekaan dan setelahnya, jasa perawat selalu menjadi pendukung untuk menangani para korban perang, baik masyarakat umum maupun para pejuang. Demikian pula halnya dengan perawat gigi. Sejarah perawat gigi sendiri, di Indonesia dimulai dari terbitnya Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia melalui Surat Keputusan Menteri tertanggal 30 Desember 1950 Nomor 27998/Kab. yang memutuskan mendirikan Pendidikan Perawat Gigi (Dental Nurse).Keputusan tersebut berlaku mulai 1 Agustus 1951, dengan berdirinya Sekolah Perawat Gigi di Jakarta.

Pada tahun 1953 Sekolah Perawat Gigi Jakarta meluluskan perawat gigi yang pertama. Namun pada tahun 1957 Sekolah Perawat Gigi berubah nama menjadi Sekolah Pengatur Rawat Gigi (SPRG). Dari sinilah lahir perawat gigi – perawat gigi yang kemudian tersebar di seluruh wilayah Indonesia. 

Seiring dengan berdirinya sekolah pengatur rawat gigi, juga berdiri Sekolah Pengatur Teknik Gigi (SPTG) yang pada tahun 1960 meluluskan siswa angkatan I di Jakarta. Kedua lulusan sekolah ini bergabung membentuk suatu organisasi IPTGI yaitu Ikatan Perawat Gigi dan Tekniker Gigi Indonesia yang berdiri pada tahun 1967.

IPTGI berlangsung sampai dengan tahun 1986 tanpa kegiatan atau vakum. Meskipun vakum, di tahun itu pula dilaksanakan kongres I IPTGI di Ciloto berlanjut tahun 1991 kongres II di Jakarta. 

Pada tahun 1989 disusun konsep Jabatan Fungsional Dokter Gigi, Perawat Gigi dan Teknisi Gigi. Dalam Konsep Jabatan Fungsional Paramedis Gigi tersebut Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara menolak konsep tersebut karena latar belakang pendidikan Perawat Gigi dan Teknisi Gigi berbeda, sehingga jabatan fungsional antara kedua tenaga tersebut perlu dipisah.

Perubahan profesi perawat gigi juga terjadi dengan adanya Undang-Undang Nomor 23 tahun 1992 tentang Kesehatan bahwa tenaga kesehatan harus mempunyai keahlian profesional yang ditunjang pendidikannya. Hal ini diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 16 tahun 1994 tentang Jabatan Fungsional yang menyatakan bahwa Jabatan Fungsional mempersyaratkan adanya profesi yang jelas, etika profesi dan tugas mandiri dari tenaga kesehatan tersebut. Jabatan Fungsional juga harus diorganisasikan dalam suatu organisasi profesi.

Perawat gigi harus menyikapi Peraturan Pemerintah nomor 16 tahun 1994 tersebut dan harus berjuang menyesuaikan diri. Pada tanggal 13 September 1996 terbentuklahBwadah profesi Perawat Gigi yang dinamakan PERSATUAN PERAWAT GIGI INDONESIA/ organisasi profesi PPGI, dalam kongres di BLKM Ciloto Jawa Barat. Organisasi ini didukung oleh Direktorat Kesehatan Gigi, Biro Organisasi Departemen Kesehatan RI, dan PUSDIKNAKES Departemen Kesehatan Republik Indonesia.

Pembentukan organisasi ini sejalan dengan Peraturan Pemerintah No.32 tahun 1996 tentang Tenaga Kesehatan. Dalam peraturan tersebut disebutkan dengan jelas definisi tenaga kesehatan sebagai berikut “tenaga kesehatan adalah setiap orang yang mengabdikan diri dalam bidang kesehatan serta memiliki pengetahuan dan/atau keterampilan melalui pendidikan di bidang kesehatan yang untuk jenis tertentu memerlukan kewenangan untuk melakukan upaya kesehatan”.

PPGI yang baru terbentuk tersebut berinisiatif untuk mengadakan MUNAS I. Direktorat Kesehatan Gigi selaku Pembina Teknis hadir dalam Munas I tersebut. Pertemuan para wakil Perawat Gigi dari seluruh Indonesia pada tanggal 10 s.d. 11 Desember 1996 sekaligus mengesahkan organisasi profesi Perawat Gigi. Munas tersebut menghasilkan ; 

  1. Anggaran dasar
  2. Anggaran rumah tangga
  3. Kode etik perawat gigi
  4. Usulan draf jabatan fungsional
  5. Program kerja 

Peraturan Pemerintah No 32 tahun 1996 tersebut menyebutkan perawat gigi bukan merupakan kategori perawat. Belum ada body of knowledge yang diakui sebagai ilmu perawat gigi di Indonesia karena masih didominasi oleh ilmu kedokteran gigi (dentistry). DPP PPGI terus memperjuangkan agar Perawat Gigi masuk dalam kategori tenaga keperawatan dan tercantum pada jenis tenaga kesehatan bagian dari tenaga Keperawatan di dalam PP No. 32 tahun 1996. 

Dengan berbagai upaya dari PPGI, maka keluarlah Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 1035/Menkes/SK/IX/1998 tentang Perawat Gigi di mana diputuskan bahwa perawat gigi merupakan salah satu jenis Tenaga Kesehatan kelompok Keperawatan.

Selanjutnya, untuk kenyamanan Perawat Gigi bekerja disusunlah peraturan–peraturan Jabatan Fungsional Perawat Gigi. Beberapa peraturan pendukung tersebut adalah: 

  1. KEPMENPAN No. 22/KEP/M.PAN/4/2001tentang Jabatan Fungsional Perawat Gigi dan angka kreditnya, KEPMENPAN No. 22/KEP/M.PAN/4/2001tentang Jabatan Fungsional Perawat Gigi dan angka kreditnya
  2. Keputusan Bersama Menkes dan Kesos dan KA. BKN No. 728/MENKES/ KESOS/ SKB/ VII/ 2001 dan No. 32A Tahun 2001
  3. Keputusan Menkes No. 1208/Menkes /SK/ XI/2001
  4. Sebagai pelaksanaan lebih lanjut Peraturan Pemerintah Nomor 32 Tahun 1996 tersebut maka perlu ditetapkan tentang Registrasi dan Izin Kerja Perawat Gigi tertuang dalam Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No: 1392Menkes/SK/XII/2001 

Perawat Gigi dalam melaksanakan tugasnya yaitu memberikan Pelayanan Asuhan Kesehatan Gigi dan Mulut mengacu pada aturan yang dikeluarkan dalam bentuk Surat Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor: 284/ Menkes/SK/ IV/ 2006. 

Perawat Gigi merupakan salah satu jenis tenaga kesehatan dalam kelompok Keperawatan yang dalam menjalankan tugas profesinya harus berdasarkan Standar Profesi sesuai Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor: 378/Menkes/SK/III/2007. 

Dari peraturan dan standar profesi, dapat disimpulkan bahwa dalam profesi Kesehatan Gigi terdiri dari jenis tenaga sebagai berikut;

  1. Dokter gigi
  2. Perawat gigi
  3. Tekniker gigi 

PPGI lebih cenderung mengartikan Keperawatan dalam konteks kesehatan gigi dan mulut adalah dalam bentuk upaya pemeliharaan (care) kesehatan gigi dan mulut. Antara Perawat Gigi dan Perawat umum terdapat perbedaan pendekatan walaupun kedua jenis tenaga tersebut memandang manusia sebagai satu kesatuan yang mengandung unsur – unsur biologi, psikologis, sosial dan kultural (bio psikososial kultural).

Perawat gigi melakukan asuhan kesehatan gigi dan mulut dalam upaya pendekatan, pemeliharaan melalui tindakan-tindakan promotif – preventif. Pendekatan promotif melalui upaya peningkatan kesehatan gigi dan mulut, pendekatan preventif melalui upaya pencegahan penyakit gigi dan mulut. Sementara, perawat (nurse) melakukan pendekatan berdasarkan pemenuhan kebutuhan dasar manusia agar mampu mengatasi masalah kesehatannya.

Berdasarkan Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor 378/Menkes/SK/III/2007 tentang standar profesi perawat gigi di jelaskan perawat gigi dalam memberikan pelayanan kesehatan melalui pendekatan promotif dan preventif yaitu :

  • Pendekatan promotif
    • Penyuluhan kesehatan gigi dan mulut kepada individu, keluarga, kelompok, dan masyarakat 
    • Pelatihan kader 
    • Penggunaan alat peraga d. Pola makanan yang sehat
  • Pendekatan preventif
    • Pemeriksaan plak
    • Pembersihan karang gigi
    • Sikat gigi bersama/massal
    • Pencegahan karies gigi 
      • Menggunakan fluor dengan teknik kumur-kumur
      • Pengolesan larutan fluor pada gigi
      • Pengisian pit dan fissure dengan bahan fissure sealent

Perawat gigi menitikberatkan melakukan asuhan kesehatan gigi dan mulut melalui pendekatan promotif, preventif, namun Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor 378/Menkes/SK/III/2007 dalam pasal 19 menyebutkan perawat gigi dapat memberikan tindakan medik dasar pada kasus penyakit gigi dan mulut terbatas, yaitu : 

  • Tindakan kegawatdaruratan pada kasus gigi dan mulut sesuai dengan standar pelayanan 
  • Perawatan pasca tindakan, hanya dapat dilakukan berdasarkan permintaan dari dokter gigi  

Dari uraian di atas, kita coba simpulkan pelayanan kesehatan gigi sebagai berikut:

  1. Pelayanan kesehatan gigi dan mulut mencakup pelayanan medis gigi oleh Dokter Gigi, pelayanan asuhan kesehatan gigi dan mulut oleh Perawat Gigi dan pelayanan asuhan supporting oleh Teknisi Gigi.
  2. Pelayanan asuhan kesehatan gigi dan mulut dilakukan secara komprehensif kepada individu, keluarga dan masyarakat yang mempunyai ruang lingkup berfokuskan kepada aspek promotif, preventif, dan kuratif dasar
  3. Dalam melaksanakan tugasnya, seorang Perawat Gigi dapat memberikan konseling terhadap hak-hak klien dan memberikan jaminan terhadap kualitas pelayanan kesehatan gigi dan mulut yang diberikan secara profesional
  4. Perawat Gigi adalah mitra kerja Dokter Gigi yang menunjang program Pemerintah dalam pelayanan asuhan kesehatan gigi dan mulut
  5. Perawat Gigi melaksanakan program Pemerintah dalam pelayanan asuhan kesehatan gigi dan mulut individu, kelompok dan masyarakat.
  6. Perawat Gigi mempunyai organisasi profesi sebagai wadah berhimpun dan memperjuangkan aspirasinya adalah PERSATUAN PERAWAT GIGI INDONESIA
  7. Dalam melaksanakan tugasnya seorang Perawat Gigi berkolaborasi dengan tenaga kesehatan lainnya (Dokter Gigi, Dokter Umum, Perawat Umum, Bidan dan sebagainya) dan bekerja sesuai Standar Profesi yang berlaku. 

Saudara mahasiswa, Anda telah memahami bahwa Anda adalah tenaga profesional Perawat Gigi dan profesi Anda termasuk dalam salah satu tenaga kesehatan yang sudah diakui secara formal. Untuk itulah, Anda perlu menghargai jasa para pahlawan di bidang kesehatan, terutama bidang kesehatan gigi, yang telah memberikan sumbangsih yang luar biasa terhadap profesi Anda. Sudah saatnya Anda sebagai Perawat Gigi menjalankan tugas secara profesional dengan cara selalu meningkatkan keterampilan dan pengetahuan Anda. Anda juga memiliki kewenangan untuk melakukan upaya kesehatan gigi setelah menempuh pendidikan Sekolah Pengatur Rawat Gigi.

Source: Konsep dasar pelayanan Asuhan Kesehatan Gigi dan Mulut I Edisi 2017, Erni Gultom,  RR. Ratnasari Dyah P

Share:

Kamis, 28 Juli 2022

lowongan kerja perawat gigi

Open Recruitment



Dibutuhkan perawat gigi dengan syarat

  1. Pendidikan D3 Keperawatan Gigi
  2. Memiliki STR Aktif
  3. Pria atau Wanita
  4. Sehat jasmani dan Rohani dengan menyertakan Surat Sehat
  5. Lamaran & CV Lengkap (ijazah, STR, KTP, NPWP)
  6. Berkas lamaran dijadikan 1 file PDF

Kirimkan Lamaran ke Jl. Kyai Tapa No 260, Grogol Petamburan, Jakarta Barat 11440

sdm@rsgmfkgusakti.com

FOLLOW INSTAGRAM KAMI DISINI

Share:

Cara Masukin Suara Google ke Video Mudah

Manfaat Pembersihan Karang Gigi

Postingan Populer

Label